Four Dichotomies of MBTI
Jika belum membaca topik pengantar sebelum ini, silakan baca di sini.
Untuk mencoba online test, silakan klik ini.
Hari ini saya tidak masuk kerja karena masuk angin, yang artinya saya punya waktu untuk melunasi hutang-hutang saya sebelumnya. Kali ini, saya mau menekankan kembali pengertian dari 4 kunci teori psikologi MBTI, supaya nantinya para pembaca tidak kebingungan menginterpretasikan kepribadiannya melalui penjelasan ilmiah yang disajikan.
Pertama, introvert dan extrovert.
Introvert artinya kecenderungan untuk fokus pada dunia sendiri daripada dunia di luar. Contoh kegiatan yang berkaitan seperti membaca, introspeksi dan mendengar. Juga bisa diartikan kecenderungan untuk menyerap informasi.
Extrovert artinya kecenderungan untuk fokus pada dunia di luar dirinya. Contoh kegiatan yang berkaitan seperti berbicara, mengajar, dan hal lainnya yang umumnya berhubungan dengan komunikasi langsung. Juga bisa diartikan kecenderungan untuk menyajikan/menyampaikan informasi.
Banyak orang yang mengira dirinya introvert, padahal aslinya ekstrovert. Begitu juga sebaliknya. Cara yang terbaik ialah dengan melakukan test, syukur-syukur ambil official test. Faktor intro dan extro ini sangat mempengaruhi perbedaan karakter yang akan kita pahami lebih lanjut di bawah ini.
Kedua, sensing atau intuition.
Mengenai bagaimana kita menyerap informasi. Sensing lebih cenderung pada hal-hal yang kasat mata, realistik, nyata, identik dengan hal-hal yang pasti, praktis, detil. Sementara intuition lebih cenderung pada hal-hal yang abstrak, imaginatif, tidak nyata, identik dengan ketidakpastian, estimasi, konseptual, umum.
Dengan mengimplementasikan faktor introvert/ekstrovert ke dalamnya, maka ada 4 macam yang dapat dibentuk:
- introverted intuition: kemampuan untuk menyerap semua hal yang ditangkap oleh intuisinya. Apa itu intuisi? Seperti yang disebutkan sebelumnya yaitu hal-hal yang abstrak, imaginatif, tidak nyata, dst.
- extroverted intuition: kemampuan untuk menyajikan informasi dalam bentuk hal yang tidak nyata, imaginatif, ketidakpastian.
- introverted sensing: kemampuan untuk menyerap semua informasi yang ditangkap oleh kelima panca inderanya, baik yang dilihat, didengar, dirasakan, diraba, dikecap. Orang jenis ini biasanya sangat teliti dalam melihat suatu benda, dan dengan cepat bisa mengetahui bila ada yang retak, berubah bentuk, warna, dll.
- extroverted sensing: berbeda dengan introverted sensing, tipe ini lebih cenderung untuk menyentuh langsung benda-benda kasat mata yang ia lihat. Ingin berhubungan secara langsung dengan hal-hal yang ia lihat, baik diraba, dikecap, dst. Faktor yang umumnya dimiliki oleh para olahragawan. Tipe ini biasanya pintar melucu, karena kemampuannya dalam mengungkapkan hal-hal detil yang sering tidak terpikirkan oleh orang lain.
Ketiga, feeling dan thinking.
Mengenai bagaimana kita membuat keputusan. Untuk faktor ketiga ini, banyak sekali orang yang salah menginterpretasikannya dengan mengasumsikan bahwa orang Feeling tidak bisa berpikir, dan orang Thinking tidak punya perasaan. Bukan demikian yang dimaksud oleh sang pembuat teori. Perbedaan mendasarnya ialah: orang Feeling cenderung membuat keputusan berdasarkan prinsip yang ia miliki, sedangkan Thinking cenderung membuat keputusan berdasarkan aturan yang berlaku. Orang feeling juga biasanya memiliki kepekaan yang tinggi dalam menangkap signal orang lain, meski orang sensing masih lebih ahli (sensitif; sense; sensing).
Dengan mengimplementasikan faktor introvert/ekstrovert ke dalamnya, maka ada 4 macam yang dapat dibentuk:
- introverted feeling: membuat keputusan berdasarkan apa yang ia rasakan atau prinsip yang ia miliki serta memiliki kecenderungan untuk menyembunyikan perasaannya dengan sangat baik, kalo boleh dikatakan paling ahli dari tipe yang lain.
- ekstroverted feeling: melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang ia rasakan harus ia lakukan atau sesuai dengan prinsip yang ia miliki. Tipe ini biasanya seorang ahli komunikasi yang sangat baik, dan bisa mengendalikan situasi ketika sedang berdiskusi dengan tatanan bahasa yang cenderung sopan dan diterima oleh banyak orang.
- introverted thinking: serupa dengan introverted feeling, hanya saja lebih ditentukan dari logis tidaknya keputusan itu dibuat. Kelemahannya pun juga sama, tidak mudah untuk mengungkapkan apa yang ia pikirkan ke dalam bahasa verbal yang dimengerti orang lain. Hampir semua ilmuwan memiliki faktor ini, karena kemampuannya dalam memahami suatu konsep tapi sulit menjelaskannya kepada orang lain.
- extroverted thinking: kecenderungan untuk selalu mengungkapkan pendapatnya kepada orang lain. sederhananya, tipe ini disebut juga ‘tukang perintah’ karena selalu aja ada hal yang ia rasa seharusnya perlu dilakukan oleh orang lain melalui pendekatan logika, birokrasi, aturan, dsj. Hampir semua eksekutif, pemimpin besar nan radikal, memiliki faktor ini.
Okay, sekarang saya rasa anda sudah mulai menerka-nerka termasuk golongan apakah anda di atas. Apakah sensing atau intuitive? Tergolong intro atau ekstro? Begitu juga dengan feeling atau thinking, tergolong intro atau extro?
Berbeda dengan yang sebelumnya, bagian yang keempat ini mau menunjukkan kecenderungan manakah yang lebih dominan antara menerima informasi (sensing-intuitive) dengan membuat keputusan (thinking-feeling) dilengkapi dengan intro dan ekstro-nya masing-masing tentunya.
Judging:
kecenderungan untuk membuat keputusan (feeling/thinking). Ditandai dengan suka membuat rencana jangka panjang, melakukan sesuatunya lebih cepat (early), teratur, rapi, sistematis, terencana.
Perceiving:
kecenderungan untuk menunggu apa yang akan dilakukan hingga menit terakhir, melihat dulu semua hal yang ada (intutive/sensing). Ditandai dengan suka menunda-nunda, kurang sistematis, spontan.
Dengan demikian, setelah semua hal kita analisis, kita akan mendapatkan hasil akhir berupa 4 karakter yang menjadi kunci kepribadian kita secara umum (disebut umum, karena teori ini tentunya tidak pas 100%; namanya juga pendekatan). Kenapa MBTI? Karena sejauh ini, teori ini masih diakui yang paling reliable dalam menentukan kepribadian manusia.
Cara menganalisisnya ada beberapa cara (meski yang paling baik ialah melalui testnya), seperti:
- pertama, tentukan keempat faktor secara bergiliran. apakah I/E, N/S, T/F, P/J. kemudian digabungkan menjadi INTJ misalnya.
- kedua, dianalisis tiap sensing/intuition (apakah intro atau extro), begitu juga dengan feeling/thinking. Lalu, kalo kita cenderung lebih dominan ke menerima informasi (sensing/intuition) berarti kita adalah P. Kalo kita cenderung membuat keputusan terlebih dahulu (Thinking/Feeling), berarti kita adalah J. Kemudian, kita melihat faktor dominan kita apakah introvert / extrovert. Dari situlah ditentukan apakah kita Introvert atau Ekstrovert.
Contoh:
Introverted Sensing, Extroverted Thinking. Lebih dominan Extroverted Thinking, berarti Judging (J). Karena extroverted thinking adalah dominan, berarti pada dasarnya kepribadiannya Extrovert (E). Maka hasilnya, ESTJ.
Selamat mencoba
November 4, 2009 at 8:38 pm
saya sudah coba isi pak..bisa dibantu dong menganalisanya… he he..terimakasih…salam
November 6, 2009 at 9:03 pm
kalau saya perhatikan dari pic-nya, ibu sepertinya orang yang teliti dan menjaga penampilan. kalau ditambahkan dengan gaya bahasa, maka tebakan saya untuk ibu adalah ISTJ atau ESTJ. betul?