Archive for the Psychology Category

NT: The Rationalists

Posted in Psychology on October 27, 2009 by dplt

Jika belum membaca topik pengantar sebelum ini, silakan baca di sini.
Untuk mencoba online test, silakan klik ini.

Rationalists, antara lain: INTJ, ENTJ, INTP dan ENTP, memiliki ciri khas yang sama yaitu mencari kebenaran/pengetahuan (knowledge seeking). Faktor N (Intuitive) dan T (Thinking) yang mereka miliki, menjadikan mereka dapat menarik kesimpulan berdasarkan pendekatan ilmiah dari pelbagai hal-hal abstrak maupun imaginatif yang dialami. Gampangnya, membuat khayalan menjadi nyata melalui serangkaian proses logis yang harus dilalui. Mereka berada di perbatasan antara realist dan imaginatif. Dan umumnya mereka memiliki tingkat intelegensia di atas rata-rata.

INTJ, Introverted-Intuition with Extroverted-Thinking
Sang Ahli Strategi
Dari kesemua tipe NT, tipe ini lah yang paling ahli dalam membuat strategi baik bisnis, militer, dll dalam skala jangka panjang. Kapasitas berpikir mereka dari konteks abstrak hingga detil (Introverted-Intuition), sering menjadikan mereka seorang tulang punggung sebuah sistem agar bisa berjalan (Extraverted-Thinking). Mereka sangat mudah terinspirasi (Introverted-Intuition), dari hal yang abstrak, diimplementasikan dalam hal-hal yang nyata dalam kehidupan (Extraverted-Thinking). Boleh jadi, mereka lah para genius dari semua tipe karena kehebatannya membuat strategi yang realistis. Sama dengan INFJ, mereka tidak terlalu pandai dalam mengungkapkan abstraksi yang mereka bayangkan dan cenderung untuk bersosialisasi dengan orang-orang yang levelnya sejenis (karena tidak semua orang bisa berkomunikasi dengan mereka). Mereka tidak mengalami kesulitan yang berarti dalam karir maupun akademis, namun segalanya menjadi berbeda ketika berbicara mengenai hal percintaan (kelemahan terbesar INTJ).

ENTJ, Extroverted-Thinking with Introverted-Intuition
Sang Eksekutif
ENTJ sangat bersemangat bersama orang lain, dan suka mengarahkan orang lain (Extroverted-Thinking) yang kesemuanya murni menurut pandangan mereka yang intuitif (Introverted-Intuition). Mereka bisa melihat pelbagai kemungkinan di masa depan (meski tidak sehebat INTJ), dan menjadi pegangan mereka dalam membuat keputusan. Atas dasar ini lah, ENTJ sangat cocok menjadi seorang pemimpin besar atau eksekutif, terlepas dari image mereka yang cenderung dikenal sebagai ‘tukang perintah’. Segala keputusan dibuat berdasarkan intuisi mereka, yang terkadang sulit bagi orang lain untuk memahami. ENTJ tidak percaya pada perasaan mereka, karena mereka menilai bahwa hal-hal seperti itu akan mengganggu efisiensi dan efektivitas suatu proses. Mereka sangat fokus pada karir, dan banyak yang menjadi seorang pemimpin besar nan hebat, namun tidak jarang banyak yang bermasalah dengan kehidupan pribadi mereka.

INTP, Introverted-Thinking with Extroverted-Intuition
Sang Pemikir
INTP hampir bisa mengingat semua teori-teori maupun istilah-istilah yang aneh dalam dunia fisika, kimia, biologi dan keilmuan lainnya dalam konteks yang sangat dalam. Mereka lah ahli nya ahli ilmuwan, karena mampu mempelajari semua ilmu hingga paling dalam, yang nyata-nyata nampak tidak berguna dalam kehidupan sehari-hari. Kalau INFP berkhayal dengan ada yang ia rasakan, maka INTP berkhayal dengan apa yang ia pikirkan dari pendekatan logika. INTP tidak suka dikendalikan maupun mengendalikan, dan cenderung sangat independen dalam hidupnya. Kekurangpekaan mereka terhadapĀ  perasaan orang lain, kalo boleh dibilang terlalu tidak peka, menjadikan mereka figur yang kurang dipertimbangkan selain pencapaian pribadi mereka di dunia sains. Mereka lah pencari kebenaran sejati, dan akan terus mencari sesuai dengan apa yang mereka yakini benar.

ENTP, Extroverted-Intuition with Introverted-Thinking
Sang Visioner
Sama seperti ENFP, ENTP sangat cepat dalam menginspirasi dirinya terhadap berbagai ide yang muncul dalam sekejap (Extroverted-Intuition). Mereka sering terlihat sangat ahli dan menguasai bidangnya, meski itu hanya nampak sesaat dikarenakan ENTP kurang fokus dalam dunia yang mereka tekuni. Bagus ketika memulai, namun buruk ketika mengakhiri. Mudah bosan ketika semuanya tidak lagi menarik. Boleh dibilang, mereka lah tipe yang paling natural untuk menjadi seorang wirausaha atau pengacara, karena mereka sarat dengan ide dan konsep yang menarik untuk dicoba (bukan ditekuni). Mereka sangat suka sekali berdebat (Extroverted-Intuition), dan jangan heran kalo mereka bisa berdebat dari dua sisi yang berbeda (Introverted-Thinking). ENTP mampu memahami situasi dan kondisi dengan sangat cepat, serta memiliki ide apa saja yang bisa dilakukan (seperti pengacara). Sama seperti NT yang lain, ENTP kurang begitu ahli ketika mengungkapkan perasaan mereka.

Untuk penjelasan lebih lengkap, bisa dilihat di:
INTJ
ENTJ
INTP
ENTP

NF: The Idealists

Posted in Psychology on October 27, 2009 by dplt

Jika belum membaca topik pengantar sebelum ini, silakan baca di sini.
Untuk mencoba online test, silakan klik ini.

Kita mulai dengan review kategori pertama dari semua jenis yang ada di MBTI, yaitu tipe NF. Ada 4 macam di kategori ini, yaitu INFP, ENFP, INFJ dan ENFJ. Kesemuanya memiliki ciri khas yang sama, yaitu mencari identitas/entity di dunia ini meski tidak selalu mereka dapatkan (identity seeking). Identitas di sini bisa berarti peranan, khayalan maupun dunia lain yang berada di angan-angan/impian mereka.

INFP, Introverted-Feeling with Extroverted-Intuition
Sang Pemimpi
Orang-orang yang cenderung tertutup, pemalu (introverted feeling) namun sering disebut sebagai pengkhayal tingkat tinggi (extroverted intuition). Tidak mudah percaya pada orang lain, dan tidak jarang terlihat misterius karena kemampuannya untuk menyembunyikan perasaan dengan sangat baik. Survei membuktikan bahwa hampir semua penulis hebat di dunia ini adalah seorang INFP, karena kemampuannya untuk mengungkapkan perasaan dalam bentuk tulisan. Tidak jarang, INFP juga seorang teman yang baik ketika berusaha menyelesaikan konflik orang lain (Extroverted-Intuition). Akan tetapi karena dominannya Introverted-Feeling, menjadikan segala halnya bersumber dari bagaimana keputusan itu dilihat dari prinsip hidupnya.

INFJ, Introverted-Intuition with Extroverted-Feeling
Sang Pelindung
Seperti saudaranya, INTJ, INFJ memiliki kemampuan yang luar biasa untuk menyerap segala macam informasi serta memiliki tingkat imajinasi yang terkadang sulit bagi orang lain untuk memahami (Introverted-Intuition). Faktor ini juga lah yang membuatnya tidak begitu bermasalah dengan hal-hal yang rumit atau abstrak serta mampu melihat sesuatu dari pelbagai sudut pandang. INFJ rata-rata adalah seorang penyemangat yang sangat baik (Extroverted-Feeling) karena mereka mempunyai kemampuan untuk memotivasi dan memahami maksud dan hasrat tersembunyi yang terkadang tidak mudah bagi orang lain untuk melihat (Introverted-Intuition).

ENFP, Extroverted-Intuition with Introverted-Feeling
Sang Inspirator
ENFP adalah orang-orang yang memiliki ketajaman visi dalam melihat masa depan, dan tidak jarang bisa berpikir jauh lebih cepat daripada orang lain karena terlalu abstrak untuk dipahami (Extroverted-Intuition). Mereka bisa dengan sangat cepat menghubungkan satu kejadian dengan kejadian lain keterkaitannya (Extroverted-Intuition), namun kesemuanya dilihat dari peranannya terhadap orang lain (Introverted-Feeling). Mereka hidup dalam kemungkinan-kemungkinan, dan setiap detil dianggap setiap hal-hal yang kurang penting. Satu lagi, mereka adalah orang yang mudah bosan dan sulit untuk fokus pada suatu hal, seperti saudaranya ENTP.

ENFJ, Extroverted-Feeling with Introverted-Intuition
Sang Guru
ENFJ fokus pada orang lain (Extroverted-Feeling). Dan didukung dengan kemampuannya dalam menyerap berbagai informasi (Introverted-Intuition), menjadikannya tokoh yang ideal untuk menjadi seorang guru. Mereka bisa dengan cepat memahami situasi dan kondisi, dan bisa mengarahkan mereka melalui pendekatan personal yang luar biasa (Extroverted-Feeling). Tidak sulit bagi mereka untuk membuat orang lain melakukan apa yang mereka inginkan. Dari semua tipe NF, bisa dibilang tipe ini lah yang paling ahli berkomunikasi dengan orang lain. Mereka jauh lebih mementingkan orang lain, dan tidak jarang mereka lupa pada kebutuhannya sendiri. Bedanya dengan INFJ, ENFJ cenderung untuk berhubungan dengan banyak orang, sementara INFJ cenderung untuk berhubungan dengan orang-orang tertentu secara personal.

Untuk penjelasan yang lebih lengkap, bisa dilihat di:
INFP
INFJ
ENFP
ENFJ

Four Dichotomies of MBTI

Posted in Psychology on October 27, 2009 by dplt

Jika belum membaca topik pengantar sebelum ini, silakan baca di sini.
Untuk mencoba online test, silakan klik ini.

Hari ini saya tidak masuk kerja karena masuk angin, yang artinya saya punya waktu untuk melunasi hutang-hutang saya sebelumnya. Kali ini, saya mau menekankan kembali pengertian dari 4 kunci teori psikologi MBTI, supaya nantinya para pembaca tidak kebingungan menginterpretasikanĀ  kepribadiannya melalui penjelasan ilmiah yang disajikan.

Pertama, introvert dan extrovert.
Introvert artinya kecenderungan untuk fokus pada dunia sendiri daripada dunia di luar. Contoh kegiatan yang berkaitan seperti membaca, introspeksi dan mendengar. Juga bisa diartikan kecenderungan untuk menyerap informasi.
Extrovert artinya kecenderungan untuk fokus pada dunia di luar dirinya. Contoh kegiatan yang berkaitan seperti berbicara, mengajar, dan hal lainnya yang umumnya berhubungan dengan komunikasi langsung. Juga bisa diartikan kecenderungan untuk menyajikan/menyampaikan informasi.

Banyak orang yang mengira dirinya introvert, padahal aslinya ekstrovert. Begitu juga sebaliknya. Cara yang terbaik ialah dengan melakukan test, syukur-syukur ambil official test. Faktor intro dan extro ini sangat mempengaruhi perbedaan karakter yang akan kita pahami lebih lanjut di bawah ini.

Kedua, sensing atau intuition.
Mengenai bagaimana kita menyerap informasi. Sensing lebih cenderung pada hal-hal yang kasat mata, realistik, nyata, identik dengan hal-hal yang pasti, praktis, detil. Sementara intuition lebih cenderung pada hal-hal yang abstrak, imaginatif, tidak nyata, identik dengan ketidakpastian, estimasi, konseptual, umum.

Dengan mengimplementasikan faktor introvert/ekstrovert ke dalamnya, maka ada 4 macam yang dapat dibentuk:
- introverted intuition: kemampuan untuk menyerap semua hal yang ditangkap oleh intuisinya. Apa itu intuisi? Seperti yang disebutkan sebelumnya yaitu hal-hal yang abstrak, imaginatif, tidak nyata, dst.
- extroverted intuition: kemampuan untuk menyajikan informasi dalam bentuk hal yang tidak nyata, imaginatif, ketidakpastian.
- introverted sensing: kemampuan untuk menyerap semua informasi yang ditangkap oleh kelima panca inderanya, baik yang dilihat, didengar, dirasakan, diraba, dikecap. Orang jenis ini biasanya sangat teliti dalam melihat suatu benda, dan dengan cepat bisa mengetahui bila ada yang retak, berubah bentuk, warna, dll.
- extroverted sensing: berbeda dengan introverted sensing, tipe ini lebih cenderung untuk menyentuh langsung benda-benda kasat mata yang ia lihat. Ingin berhubungan secara langsung dengan hal-hal yang ia lihat, baik diraba, dikecap, dst. Faktor yang umumnya dimiliki oleh para olahragawan. Tipe ini biasanya pintar melucu, karena kemampuannya dalam mengungkapkan hal-hal detil yang sering tidak terpikirkan oleh orang lain.

Ketiga, feeling dan thinking.
Mengenai bagaimana kita membuat keputusan. Untuk faktor ketiga ini, banyak sekali orang yang salah menginterpretasikannya dengan mengasumsikan bahwa orang Feeling tidak bisa berpikir, dan orang Thinking tidak punya perasaan. Bukan demikian yang dimaksud oleh sang pembuat teori. Perbedaan mendasarnya ialah: orang Feeling cenderung membuat keputusan berdasarkan prinsip yang ia miliki, sedangkan Thinking cenderung membuat keputusan berdasarkan aturan yang berlaku. Orang feeling juga biasanya memiliki kepekaan yang tinggi dalam menangkap signal orang lain, meski orang sensing masih lebih ahli (sensitif; sense; sensing).

Dengan mengimplementasikan faktor introvert/ekstrovert ke dalamnya, maka ada 4 macam yang dapat dibentuk:
- introverted feeling: membuat keputusan berdasarkan apa yang ia rasakan atau prinsip yang ia miliki serta memiliki kecenderungan untuk menyembunyikan perasaannya dengan sangat baik, kalo boleh dikatakan paling ahli dari tipe yang lain.
- ekstroverted feeling: melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang ia rasakan harus ia lakukan atau sesuai dengan prinsip yang ia miliki. Tipe ini biasanya seorang ahli komunikasi yang sangat baik, dan bisa mengendalikan situasi ketika sedang berdiskusi dengan tatanan bahasa yang cenderung sopan dan diterima oleh banyak orang.
- introverted thinking: serupa dengan introverted feeling, hanya saja lebih ditentukan dari logis tidaknya keputusan itu dibuat. Kelemahannya pun juga sama, tidak mudah untuk mengungkapkan apa yang ia pikirkan ke dalam bahasa verbal yang dimengerti orang lain. Hampir semua ilmuwan memiliki faktor ini, karena kemampuannya dalam memahami suatu konsep tapi sulit menjelaskannya kepada orang lain.
- extroverted thinking: kecenderungan untuk selalu mengungkapkan pendapatnya kepada orang lain. sederhananya, tipe ini disebut juga ‘tukang perintah’ karena selalu aja ada hal yang ia rasa seharusnya perlu dilakukan oleh orang lain melalui pendekatan logika, birokrasi, aturan, dsj. Hampir semua eksekutif, pemimpin besar nan radikal, memiliki faktor ini.

Okay, sekarang saya rasa anda sudah mulai menerka-nerka termasuk golongan apakah anda di atas. Apakah sensing atau intuitive? Tergolong intro atau ekstro? Begitu juga dengan feeling atau thinking, tergolong intro atau extro?

Berbeda dengan yang sebelumnya, bagian yang keempat ini mau menunjukkan kecenderungan manakah yang lebih dominan antara menerima informasi (sensing-intuitive) dengan membuat keputusan (thinking-feeling) dilengkapi dengan intro dan ekstro-nya masing-masing tentunya.

Judging:
kecenderungan untuk membuat keputusan (feeling/thinking). Ditandai dengan suka membuat rencana jangka panjang, melakukan sesuatunya lebih cepat (early), teratur, rapi, sistematis, terencana.

Perceiving:
kecenderungan untuk menunggu apa yang akan dilakukan hingga menit terakhir, melihat dulu semua hal yang ada (intutive/sensing). Ditandai dengan suka menunda-nunda, kurang sistematis, spontan.

Dengan demikian, setelah semua hal kita analisis, kita akan mendapatkan hasil akhir berupa 4 karakter yang menjadi kunci kepribadian kita secara umum (disebut umum, karena teori ini tentunya tidak pas 100%; namanya juga pendekatan). Kenapa MBTI? Karena sejauh ini, teori ini masih diakui yang paling reliable dalam menentukan kepribadian manusia.

Cara menganalisisnya ada beberapa cara (meski yang paling baik ialah melalui testnya), seperti:
- pertama, tentukan keempat faktor secara bergiliran. apakah I/E, N/S, T/F, P/J. kemudian digabungkan menjadi INTJ misalnya.
- kedua, dianalisis tiap sensing/intuition (apakah intro atau extro), begitu juga dengan feeling/thinking. Lalu, kalo kita cenderung lebih dominan ke menerima informasi (sensing/intuition) berarti kita adalah P. Kalo kita cenderung membuat keputusan terlebih dahulu (Thinking/Feeling), berarti kita adalah J. Kemudian, kita melihat faktor dominan kita apakah introvert / extrovert. Dari situlah ditentukan apakah kita Introvert atau Ekstrovert.

Contoh:
Introverted Sensing, Extroverted Thinking. Lebih dominan Extroverted Thinking, berarti Judging (J). Karena extroverted thinking adalah dominan, berarti pada dasarnya kepribadiannya Extrovert (E). Maka hasilnya, ESTJ.

Selamat mencoba :)

Honor Your Mother?

Posted in Psychology on October 22, 2009 by dplt

I got this article this morning and I think it’s nice to read.

—————————————————————————————————————————

Question:

I know that the Ten Commandments require us to respect our parents. But not all parents are worthy of respect. I am disgusted by the things my mother has done. She is old now and needs me, but there is nothing in her life that deserves respect. How can I respect my mother without losing my dignity?

Answer:

Respecting your mother doesn’t mean that you think she is all good. But surely she can’t be all bad. Surely you can think of some redeeming feature, something good your mother has done. There must be something for which you can say that she is a worthwhile person. Can’t you think of one good thing she has achieved?

I can. You?

“Respect for parents is a base for self-respect”

Like it or not, you are a product of your parents. No matter how different you are from them, no matter how far you go to avoid repeating their mistakes, you will never be able to change the simple fact that they are your parents. Whether they were good parents or horrible parents, whether they built you up or put you down, they are where you come from.

Your mother brought you into the world. If you honestly think your mother is all bad, without a good bone in her body, then on some level you will see yourself as another one of her failures. Your existence stems from her. Respect for parents is a base for self-respect.

The fact that she mothered a child who has a clear sense of right and wrong, and is aware of her wrongdoing, means she must not be all bad. She may not get the credit for your moral sensitivity, but she does get some credit for your existence. If nothing else, you can at least respect her for that. Far from compromising your dignity, respecting your mother forms the basis for your dignity, because she, along with your father and G-d, was a partner in your birth.

Respect does not mean accepting her failings or excusing her misdeeds. It means that if your mother needs help, you should be there for her. When she speaks, you need not agree, but you must listen respectfully. You have to treat her as a mother. Failing that, your self-respect has shaky foundations.

You don’t have to respect the life your mother has led. But, for your own sake, you do have to respect that she is your mother.

MBTI Personality Profile

Posted in Psychology on September 22, 2009 by dplt

Today I wanna talk about psychology, and one of the most popular topic is personality types :) . Banyak banget pendekatan yang bisa kita pakai buat mendeteksi tipe kepribadian kita, salah satunya adalah MBTI (singkatan dari Myers-Briggs Type Indicator). Saya termasuk orang yang sangat berminat dengan teori psikologi semacam ini karena selain membantu lebih mengenal diri kita, juga membantu banget ketika kita mau mencari pekerjaan, pengembangan diri, memahami tipe kepribadian orang lain, sampai mencari jodoh yang sesuai dengan kepribadian. Cukup banyak teori psikologi yang saya kenal, seperti Enneatypes. Tapi yang paling relevan dan akurat (menurut saya) adalah MIBT, setelah pada awalnya saya cukup terkejut dengan review yang dia tulis ttg tipe kepribadian saya.

Sejak dulu saya memang tertarik dengan keragaman kepribadian manusia. Mungkin anda pernah bertanya, knp sih ada orang yang gampang sekali menyerap teori ketika sekolah, sementara ada yang susahnya minta ampun. Ada yang kalo berhitung cepatnya bukan main, ada yang leletnya minta ampun. Ada yang suka berhitung, tapi ga suka menghapal. Ada orang yang peka sekali ama perasaan orang lain, sementara ada juga yang berhati baja ato berkulit badak. Begitu juga dengan orang yang pinter ngelucu, sementara ada yg garingnya minta ampun. Ada orang yang berkharisma ketika memimpin, sementara ada yang pemalu dan malu-maluin juga. Itu semua bukan kebetulan, karena itu memang benar kalo kita diciptakan berbeda dengan yang lain :) . Jawabannya ada di sini, jadi jangan diskim (baca cepat) atau malah diskip.

Saya tidak membahas histori atau pun bagaimana ditemukannya teori ini. Anda bisa baca di sini. Yang jelas, teori ini berasal muasal dari teorinya Carl Gustav Jung yang dikembangkan oleh Katharine Cook Briggs dan putrinya, Isabel Briggs Myers (sesuai dengan nama teorinya, Myers-Briggs). Kalau nanti anda baca Jungian, sepintas serupa dengan MIBT tapi lebih general. Intinya, di sini lebih dibahas ke practional application karena memang itulah yang kita butuhkan sekarang kan :D

Menurut MIBT, ada 4 kunci pokok yang menentukan kepribadian manusia:

Dichotomies
Extraversion Introversion
Sensing iNtuition
Thinking Feeling
Judging Perceiving

- Ekstrovert/Introvert
Adalah kecenderungan untuk fokus pada dunia di dalam (Introvert) atau di luar (Ekstrovert). Orang introvert umumnya pendiam, tenang, dan lebih suka menghabiskan waktu hanya bersama teman tertentu yang dekat dengan mereka. Sementara orang ekstrovert suka sekali berinteraksi dengan orang lain, antusias, suka pesta, dan kegiatan kelompok/sosial lainnya.

- Sensing/Intuitive
Adalah kecenderungan untuk memproses data yang mereka peroleh. Orang sensing lebih tertarik dengan hal-hal masa kini, hal-hal yang faktual dan konkrit melalui kepekaan panca indera mereka. Sementara orang intuitive lebih tertarik pada kemungkinan-kemungkinan dan masa depan melalui pola tertentu dengan pemahaman dan kedalaman berpikir mereka yang abstrak.

- Thinking/Feeling
Adalah kecenderungan untuk bagamana membuat suatu keputusan. Orang Thinking membuat keputusan dengan fakta dan bersikap obyektif dengan kenyataan yang ada. Hal ini disebabkan logika menjadi tolok ukur utama dalam berpikir, seperti kesamarataan, keadilan, dan hal lainnya yang dirasa membutuhkan takaran yang seimbang. Sementara orang Feeling lebih subyektif dalam membuat keputusan, serta lebih didasari oleh prinsip maupun nilai hidup. Mereka membuat keputusan berdasarkan apa yang mereka rasakan, dan tidak jarang bisa berubah dari waktu ke waktu karena perubahan situasi dan kondisi sesuai dengan apa yang mereka rasakan.

- Judging/Perceiving
Adalah kecenderungan sikap yang ditunjukkan dengan dunia luar. Orang judging menginginkan hal-hal itu terurut, terstruktur dan rapi. Tidak jarang, segalanya harus direncanakan dan diatur dengan baik. Sementara orang perceiving sangat terlihat fleksible dengan hidup mereka. Mereka bereaksi dengan spontan dan mudah beradaptasi dengan beragam lingkungan dan keadaan. Ciri khas yang paling membedakan keduanya adalah tingkat kesabaran. Orang judging cenderung tidak sabar, sementara orang perceiving cenderung sabar dalam menerima kenyataan. Hal ini terjadi karena orang judging tidak tahan berlama-lama dengan hal yang mereka rasa tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Sebelum anda berasumsi lebih lanjut, perlu ditekankan bahwa setiap orang itu memiliki kesemuanya. Hanya saja dalam takaran yang berbeda-beda walaupun berlawanan. Misal: 70% Ekstrovert, 30% Introvert. Kalaupun ada yang 100%, itu dimungkinkan secara teori saja. Setiap orang memiliki faktor dominan dan resesif utk setiap kategori tersebut. Dan itu menjadi kunci selanjutnya bagi kita untuk mempelajari lebih lanjut bagaimana karakteristiknya. Review yang dibuat pun pasti tidak 100% akurat, karena kepribadian kita juga tidak mutlak kan. Tapi itu setidaknya cukup memberikan gambaran bagi kita karena sebagian besar yang disebutkan biasanya kena sasaran (setidaknya itu cukup membuat saya terkejut pada awalnya).

Untuk tahu secara pasti tipe kita apa, kita bisa test dulu. Yang mudah, online-based. Tapi tunggu dulu, sebelum anda mencoba lebih lanjut perlu diingat beberapa hal.

1. jawablah sesuai dengan nurani anda. banyak orang yang terkadang memilih jawaban yang ia suka/inginkan, bukan kenyataan. ini demi kebaikan anda sendiri, jadi jawablah dengan jujur.
2. jawablah dengan cepat dan spontan (karena itu adalah sifat asli anda)
3. jika bingung atau ragu-ragu dengan artinya, cari di kamus. jangan membuat asumsi sendiri apa artinya, karena di situ cukup banyak istilah asing yang jarang kita dengar.

Sudah siap? Ada sekitar 70 pertanyaan tapi pendek-pendek. Silakan coba di sini. Mau cari yang lain juga boleh. Ada banyak kok.

Total ada 16 kepribadian dengan kombinasi yang berbeda (2^4 = 16). Berikut adalah kesemuanya:

ISITEJ
ISIFEJ
INIFEJ
INITEJ
Inspector Protector Counselor Mastermind
ISETIP
ISEFIP
INEFIP
INETIP
Crafter Composer Healer Architect
ESETIP
ESEFIP
ENEFIP
ENETIP
Promoter Performer Champion Inventor
ESITEJ
ESIFEJ
ENIFEJ
ENITEJ
Supervisor Provider Teacher Field Marshal

Btw, review yang bagus bisa dibaca di sini. Di situ, sangat jelas dibahas mengenai tipe anda, mulai dari:
- general description
- career
- relationships as Lovers, Parents, Friends
- personal growth

Jika anda merasa deskripsinya kurang pas dengan kepribadian anda, bisa jadi memang salah prediksi alias jawabannya kurang kena pas ngisi. Boleh coba baca beberapa tipe yang “nyerempet” alias mirip2 berdasarkan statistiknya. Kadang yang 55-45 atau 60-40 gitu bisa bergeser2. Misal gini: hasilnya ESTJ dengan E/I : 55%/45%. Coba aja baca ISTJ juga, sapa tau memang lebih introvert. Atau bisa juga, coba tanyakan kepada orang yang dekat dengan anda lalu minta opini mereka. Pastikan bener-bener orang yang dekat, supaya tahu pasti. Bagi yang butuh bantuan, boleh comment di bawah atau email langsung ke saya. Insyallah, saya akan bantu untuk mendeteksi kepribadian anda :-D .

Secara umum, 16 buah itu bisa dikelompokkan menjadi 4 kelompok utama:
- Artisan (SP) : ESTP, ESFP, ISTP, ISFP
- Rational (NT) : INTJ, INTP, ENTJ, ENTP
- Idealist (NF) : INFP, INFJ, ENFP, ENFJ
- Guardian (SJ) : ESTJ, ESFJ, ISTJ, ISFJ

Saya akan membahasnya satu per satu setelah post ini. Semoga menjadi jelas perbedaannya satu sama lain. Sebagai contoh: ENTJ memiliki susunan prioritas 4 elemen itu sbb:
- Extraverted Thinking
- Introverted Intuition
- Extraverted Sensing
- Introverted Feeling

Faktor dominannya ialah Extraverted Thinking, yang artinya ia berinteraksi dengan dunia luar sesuai dengan pikirannya. Maksudnya, ia menginginkan apa yang terjadi di dunia luar itu sesuai pikirannya. (kalo Extraverted Feeling, berarti menginginkan apa yang terjadi di dunia luar sesuai perasaannya). Kalo Introverted Intuition, berarti ia berkomunikasi dengan dirinya melalui pemikirannya yang abstrak, jangka panjang dan melalui pelbagai kemungkinan yang pasti (begitu juga dengan Introverted Feeling, sesuai dengan apa yang ia rasakan). Di situ kita lihat, Introverted Feeling menduduki posisi terbawah yang berarti paling jarang digunakan. Atau gampangnya, menjadi titik lemah dari si ENTJ ini. Dan secara singkat, kita bisa bilang kalo si ENTJ ini adalah orang yang sangat percaya pada pikirannya ketimbang perasaannya. Dan karena dia cenderung menginginkan apa yang terjadi itu sesuai dengan pikirannya, orangnya terkesan suka maksa. Didukung dengan Introverted Intuition, jadinya dia sebelum maksa, udah kalkulasi semua kemungkinan yang ada. Jadi udah persiapan dengan semua kondisi sebelum kejadian. Kalau di mypersonality, tipe ini juga disebut “The Executive”, yang memang banyak menjadi personality para bos-bos kawakan seperti Bill Gates, Larry Elison, Steve Jobs.

Banyak sekali orang bertanya, “knp gw ga bisa jadi kayak Bill Gates?”. Coba kita balik pertanyaannya, “knp Bill Gates bisa sehebat itu?”. Jawabannya adalah karena memang tipe kepribadian dia seperti itu. Seorang businessman sejati. Justru kalo dia dipaksa jadi seniman, bisa gila dia. Dan itu adalah alami, bukan dipaksa menjadi demikian. Kalau tidak percaya, coba saja :P

Itu adalah salah satu contoh review dari 16 personality yang ada. Tidak ada kepribadian yang paling baik atau sempurna. Kesemuanya saling melengkapi dan itulah indahnya perbedaaan. Yang terpenting, kita MENGENAL dengan baik diri kita dan kita TAHU bagaimana memaksimalkan diri kita sendiri. Berdasarkan keterangan sang pencetus teori, kepribadian asli itu tidak akan pernah bisa diubah. Yang bisa kita lakukan adalah memodifikasinya. Itu butuh waktu dan setiap orang bisa berbeda-beda durasinya.

Ingat kata-kata ini: Jangan pernah menyesali seperti apa diri anda, karena banyak orang di luar sana yang ingin menjadi seperti anda!! Kenapa? Karena kita dilahirkan untuk menjadi special, begitu juga dengan anda.

Don’t regret the less, but regard the best [David W. Pratama]

PS: Can you predict my personality type? :-D