Archive for the Romance Category

He’s Just Not That Into You

Posted in Romance on August 21, 2009 by dplt

Judul tersebut diambil dari sebuah buku motivasi (self-improvement book) membahas masalah relasi dalam percintaan yang ditulis oleh Greg Behrendt dan Liz Tuccillo, serta dipublikasikan oleh Simon Spotlight Entertainment. Buku keluaran tahun 2004 tersebut sempat menjadi best-seller versi New York Times dan bahkan kemudian difilmkan dengan judul yang sama pada tahun 2009 ini. Pertama kali tau ttg ini buku dari blog seorang teman baik, yang kebetulan membahas masalah percintaan yang sedang dia alami. Buku yang tebalnya sekitar 40-an halaman ini (versi Inggris) banyak bercerita mengenai kehidupan para wanita menghadapi kelakuan para pria yang cenderung acak dan mengacak-acak kehidupan pribadi mereka. Dan itu yang terjadi pada seorang teman wanita yang curhat pagi hari ini via YM tentang apa yang baru saja dia alami ketika dalam perjalanan ke kantor. And here is the story.

Seperti hari-hari biasanya seorang perempuan, sebut saja A, berangkat dari rumahnya ke kantor via kereta yang biasa ia naiki pukul 7.30am. Normally, the trip is around 1 hour dan itu berarti waktu yang cukup lama buat dia untuk, let say, tidur di kereta. Tapi hari itu berbeda dari yang lain, dia ketemu dengan seorang pria yang, let say, attractive enough for her to make a topic. Tidak dijelaskan siapa yang lebih dulu memulai drama romantika tersebut, tapi yang jelas keduanya terlihat cukup akrab berdiskusi meski dalam waktu yang begitu singkat. Dan tentu saja, tidak terasa mereka sudah sampai di stasiun tujuan. Dan itu berarti saatnya mulai berjalan kaki menuju kantor. :D . Kebetulan, kantor si pria letaknya sedikit lebih jauh, tapi untungnya masih satu jalan. Dan A pun mencoba memaksimalkan kesempatan ini untuk keep the conversation selama mungkin. Singkat cerita, bagaikan disambar geledek di pagi hari, tiba-tiba muncul wanita berjilbab (sebut saja B) yang mendadak menempatkan diri di titik strategis (titik tengah) diantara keduanya. Spontan tentu saja A kaget, kok ga sopan amat tiba-tiba muncul dan nyelonong gitu aja. Tp A tetep mencoba bersabar dan berharap diskusi tadi tidak terputus di tengah jalan. Harap harap cemas ceritanya. But, well well well. Tidak lama setelah itu, hal mengejutkan lainnya terjadi. Ibarat disambar geledek kedua kalinya, sang pria tiba-tiba memutuskan untuk jalan berdua dengan si B tanpa mengucapkan farewell sedikit pun dengan A. Pahit memang, tapi seperti itulah rupanya cinta sengsara atau yang juga disebut bertepuk sebelah tangan. Ia pun bertanya mengapa mengapa dan mengapa. Tapi sebatas ingatan A, si pria tidak memakai atribut yang mengisyaratkan bahwa ia sudah berpasangan, seperti cincin, dsj. Mengingat rupanya yang lumayan rupawan, si A pun tetap mencoba untuk mempertimbangkan. Cerpen pun diakhiri dengan pertanyaan dari A mengenai opini pribadi gw ttg kejadian itu. Dan satu jawaban yang langsung terlintas di pikiran gw buat dia, he’s just not that into you (artinya: dia tidak benar-benar tertarik padamu)

Ternyata banyak juga wanita yang mengalami hal yang serupa, dan dalam hal ini, wanita yang dimaksud adalah teman-teman di sekitar saya. Mereka umumnya masih single dan belum pernah berpacaran. Or let say, once or twice lah. Ya intinya masih meraba kanan kiri sana sini. Dan kebanyakan dari mereka itu seperti takut jatuh cinta (karena takut patah hati maybe). Patah hati memang sakitnya bukan main, tapi itu bukanlah hal yang harus dihindari melainkan proses pendewasaan yang ada baiknya dilalui. Kerelaan berkorban menjadi salah satu faktor penentu besarnya rasa cinta kita kepada seseorang. Seperti halnya kita belajar untuk materi ujian, belajar untuk mencintai juga butuh proses dan waktu. Tidak bisa instan, yang mendadak bertemu pasangan ideal dan langsung saling mencintai secara total. Satu kenyataan yang ternyata tidak disadari oleh banyak orang bahwa tidak semua orang itu mengerti bagaimana mencintai orang lain. Cinta itu selfless. Dan selama kita masih lebih memikirkan kebutuhan kita sendiri instead of others, maka akan sangat mungkin bagi kita untuk menghadapi berbagai halangan untuk membangun suatu relasi yang intim. Believe it.

Berbicara mengenai bagaimana sebaiknya wanita membangun personal relationship, ada beberapa tips yang bisa digunakan dimulai dari yang paling sederhana yaitu perbedaan mendasar karakteristik antara pria dan wanita. Naturally, men are to dominate and women are to protect. Atas dasar itulah, para wanita sangat tidak dianjurkan untuk ‘mencari-cari’ ke sana ke mari layaknya mencari kerja. So what they should do is actually to wait, see and decide. But not to pursue. Mengapa demikian? Ketika kita bicara relationship, suatu hari nanti kita akan bicara marriage (kecuali anda tidak berencana utk menikah one day). Dan dalam suatu marriage, wanita adalah pihak yang paling potensial untuk dirugikan dalam berbagai kasus, mulai dari perselingkuhan, perceraian (bahkan ketika hamil), poligami, kekerasan dalam rumah tangga sampai rebutan anak di meja hijau. Come on girls, belajarlah dari kenyataan! I hate to say this but men are basically naughty bast*rds who learn to become a better man from time to time. Oleh karena itulah, carilah orang yang benar-benar mencintai anda. Buka mata, buka telinga, bukan hanya buka mulut :P .

Menunggu dan menunggu itu kedengarannya pasif, tapi sebenarnya ada hal lain yang bisa dilakukan untuk membuat para pria tertarik, seperti make up. Bagi yang expert, biasanya mereka bisa modify personality. Jadi more friendly or funny misalnya. Attract sih boleh-boleh aja tapi intinya tetap sama, not to pursue but let them to start first. Seorang pria yang baik, tidak cukup hanya bisa mencintai saja, melainkan juga harus percaya diri. Confidence. Dan itu hukumnya wajib. Why? Jawabannya simple, karena mereka adalah calon pemimpin keluarga. If he doesn’t even trust himself, then how can you trust your life to him? So, let him start first. Don’t make it hard for them either. Just wait and see first. Then decide (or even judge, if needed). Be careful especially with the last one, because that’s the area where most broken hearts are started. And when it started, you’ll find it so hard to go back. And I don’t suggest to you to even try to do so.

If a guy really likes a girl then he will after her no matter what. Some girls find it hard to believe it. But trust me, if he dumped you then it means he dumped you. Kalau dalam cerita sebelumnya, bukan salah B jika tiba-tiba menginterupsi keduanya, meski terlihat kurang sopan, melainkan tepatnya si pria yang memberinya kesempatan untuk menginterupsi A (!!!). Read this carefully. If he is trying to end or avoid a conversation, if he avoids to make a relationship to go even further, if he is suddenly disappear without any confirmation, if he is saying that he is about to go far away, if he didn’t even give a d*mn call to you even a few second, if he keeps saying that you’re more like a sister to him, if he gives you his phone number, if he didn’t try to ask your phone number, if he isn’t trying to know more about you, if he didn’t ask you to go out, then it is likely that he’s just not that into you :) . It’s evil but it’s true. On top of all, don’t afraid to be single. Masih banyak lawan jenis di luar sana yang mau mencintai anda dengan tulus. Buka mata, buka telinga, dan satu lagi yang cukup penting, buka hati :) . Cinta tidak datang dari langit, melainkan datang dari mata kemudian turun ke hati.

Seorang wanita harus selalu peka dengan hubungan yang dijalaninya. Dan biasanya yang paling sulit ialah membedakan antara good signals (GS) dan false positive alarm (FPA). GS artinya orang itu memang suka dengan apa yang kita lakukan. Sementara FPA artinya keliatannya suka padahal aslinya biasa-biasa saja. Ini dilakukan umumnya untuk menghindari pasangannya kecewa atau sakit hati. Dan kacaunya, FPA sering dikira GS. Dikira suka, taunya ngga. Dikira tertarik, taunya ngga. Keliatannya tertarik ,tapi cuma main-main doang, dll. Remember this, “Kata-kata tidak menjelaskan perbuatan, tapi perbuatan menjelaskan ribuan kata-kata”. Lalu, bagaimana caranya kita bisa tau itu beneran GS atau bukan? Itulah gunanya strategi tarik-ulur, untuk testing signalnya bagus atau ngga. If it’s good, then congratulations. If it’s not, leave it at once. Don’t even think for a second chance or you’ll likely be doomed forever.

So, what you girls should do? Well, keep attracting, looking and waiting. Then decide. Don’t waste your time for poor relationships. Kalau bukan jodoh, ya apa mau dikata. Tapi ga ada salahnya kalau mau dicoba. Dan bukan ga mungkin, dari not attracted jadi attracted. Meski memang, ada kata-kata ajib yang bunyinya demikian, “First sight is very important because that is the basis of healthy relationship”. Believe it or not.

How about me? Well, let say that I have some experiences in the past that I think it can help. Biasanya gw hampir ga pernah share beginian karena basically hal-hal semacam ini adalah practical knowledge, bukan semata-mata knowledge transfer yang bisa dipindahkan hanya dengan tutorial atau short discussion. You have to experience with it, not just listen and read. Why do you think that business and management studies are not ideal for knowledge transfer? It’s because those knowledge need actions, not just theories like most what we had while in school.